Situs Agen Slot Online Terbaik dan Terpercaya - Speedbet77
SPEEDBET77

BONUS HARI INI

BONUS 5% Setiap deposit Sportsbook

BONUS 3% Setiap deposit Casino

BONUS 10% UNTUK GAME BOLA TANGKAS

BONUS CASHBACK 5% Sportsbook

BONUS CASHBACK 3% CASINO SBOBET

PROMO BONUS 5% Setiap Deposit

PROMO BONUS REFERRAL SEUMUR HIDUP

BONUS Mingguan POKER ONLINE

Pelantikan Bupati Sabu Raijua Ditunda Akibat Status Warga Negara Yang Belim Jelas

Pelantikan Bupati Sabu Raijua Ditunda Akibat Status Warga Negara Yang Belim Jelas – Pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih Sabu Raijua, Orient P. Riwu Kore dan Thobias Uly akhirnya ditunda dari jadwal semula Jumat (26/2/2021). Janji itu terbuka dari pesan penguasa Provinsi NTT hal pengumpulan ikrar ataupun akad serta inaugurasi bupati ataupun delegasi bupati tersaring pada Kamis, 25 Februari 2021.

Pelantikan Bupati Sabu Raijua Ditunda Akibat Status Warga Negara Yang Belim Jelas

pelantikan-bupati-sabu-raijua-ditunda-akibat-status-warga-negara-yang-belim-jelas

 Baca Juga : Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Siap Dihukum Mati

imo2015 – pesan itu ditanda tangani Sekretaris Wilayah NTT, Benekditus Polo Maing, yang cuma tertuju pada 5 dari 6 pendamping calon bupati serta delegasi bupati tersaring hasil pilkada 2020 kemudian.

“Pelantikan bupati dan wakil bupati pada tahap pertama yang digelar pada Jumat, 26 Februari hanya untuk lima kabupaten,” ujar Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda NTT, Doris Rihi pada Kamis kemarin.

Sementara bagi Riwu Kore dan Uly, pelantikan ditunda karena masih ditangani oleh Kementerian Dalam Negeri. Hal itu bertolak belakang dengan pesan yang dikirim Akmal Malik, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, yang menyatakan keputusan akan diambil paling lambat 26 Februari 2021.

Di NTT tahap pertama, siapa yang akan diangkat menjadi kepala daerah?

1.Kemenkum HAM harus teliti memeriksa status kewarganegaraan Orient

Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum dan HAM akan meminta klarifikasi Bupati Sabu Raijua terpilih, Orient Riwu Kore, terkait status. tetapi bisa jadi kita hendak memikirkan buat berbicara, sebab wajib didengar pula kan,” ucap Dirjen AHU Kemenkumham Cahyo Rahadian Muzhar,

Kajiyo mengatakan hal itu dilakukan agar Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia memperoleh informasi yang komprehensif tentang kewarganegaraan Timur. Menurutnya, pemerintah tidak bisa mengambil keputusan tanpa melihat semua fakta dan informasi. Namun, Kajiyo belum bisa memastikan kapan pihaknya akan berkomunikasi dengan Timur. Sejauh ini, Direktorat Jenderal AHU, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil), dan instansi terkait lainnya masih meninjau dokumen.

“Kita lihat ada dokumen ini, ada surat kedutaan, itu yang kita crosscheck dulu, ada tahapannya, itu yang kita cek dulu,” ujar Cahyo.

“ Sebab hingga saat ini juga kita belum amati suratnya itu. Maksudnya tersebar memanglah tetapi kan itu duplikat, kan kita tidak ketahui, kita enggak dapat bilang itu merupakan betul,” hubung ia . Cahyo meningkatkan, grupnya pula lagi menekuni metode pemberian kebangsaan Amerika Sindikat( AS) . dia pun juga belum mau berandai-andai mengenai nasib Orient apabila terbukti menjadi warga negara AS.

Ketika Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua NTT menerima balasan dari Kedutaan Besar AS di Jakarta, sengketa kewarganegaraan Timur dimulai, yang menunjukkan bahwa Timur adalah warga negara AS. Menanggapi hal tersebut, KPU Sabu Raijua menyatakan bahwa saat mendaftar Pilkada, Perusahaan Oriental menyerahkan Kartu Tanda Penduduk Indonesia (KTP) yang berlokasi di Kota Kupang.

Menurut Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh, Orient sudah tercatat di sistem kependudukan sebagai WNI sejak 1997 sampai saat ini. Sementara, menyoal kepemilikan paspor AS, Zudan menuturkan, Orient mengaku membuatnya tanpa melepas status WNI. Becermin dari permasalahan itu, Guru Besar Hukum Global Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengatakan, seseorang Warga negara tidak dapat mempunyai kebangsaan dobel. Sedangkan, bila seseorang WNI mempunyai mempunyai kebangsaan lain, statusnya selaku WNI hendak gugur.

Saat dihubungi Hikmahanto mengatakan: “PP 2007 No. 2 Pasal 31 Ayat 1 g. Juga ada dalam Pasal 23 H UU Kewarganegaraan. Amerika Serikat dan negara lain juga mengakui kewarganegaraan ganda.” 2021). Merujuk pada Pasal 23h UU Kewarganegaraan, salah satu penyebab warga negara Indonesia kehilangan kewarganegaraannya adalah karena ia memegang paspor atau surat paspor asing, atau menunjukkan surat keterangan kewarganegaraan yang sah atas nama negaranya.

” Terpaut status kebangsaan, kita lagi berkoordinasi dengan lembaga terpaut serta mengamati dokumen- dokumen yang terdapat, dan mengakulasi akta terpaut yang lain buat setelah itu dijadikan dasar membuat kebijaksanaan,” tutur Dirjen Administrasi Hukum Biasa Kemenkum HAM Cahyo R Muzhar, Jakarta, Selasa, 9 Februari 2021.

Menteri Hukum serta HAM Yasonna Laoly luang menyiratkan kebangsaan ataupun status masyarakat negeri Indonesia( WNI) Orient hendak dicabut. Karena, Indonesia tidak memahami kebangsaan dobel.

Cahyo mengatakan, Kemenkuham masih melakukan pengecekan dan verifikasi dokumen kewarganegaraan Timur. Cahyo menambahkan: “Tentu saja, perlu dilakukan pengecekan dan verifikasi terlebih dahulu, dan kami akan segera memberitahu perkembangannya.”

Kewarganegaraan Timur selalu diperdebatkan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sabu Raijua mengungkap fakta Dongfang merupakan warga negara Amerik. Setelah konfirmasi langsung dengan Kedutaan Besar AS di Indonesia, Anda akan tahu.

Sabu Raijua Yudi Tagi Huma, Ketua Bawaslu, mengatakan: “Kami kemarin mengirim e-mail ke Kedubes AS. Timur memang warga Amerika Serikat.”

Yudi beranggapan Orient memanipulasi arsip kependudukannya selaku ketentuan registrasi calon kepala wilayah. Aksi Orient itu bisa berakhir kejahatan apabila teruji betul.

Bersumber pada Artikel 7 Hukum No 10 Tahun 2016 mengenai Pilkada menata persyaratan penamaan kepala wilayah wajib masyarakat negeri Indonesia( WNI) . Dia meminta kepada masyarakat Sabu Raijua yang merasa dirugikan dapat melaporkan ke kepolisian setempat.

“Ini meninggalkan cacat hukum, syarat kepala daerah harus WNI, sehingga dengan dia bukan WNI dia tidak berhak (menjadi bupati),” tuturnya.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaku telah memverifikasi dan mengukuhkan Izin Tinggal Oriental sebagai syarat pencalonan. Tidak ada dokumen yang menunjukkan bahwa Dongfang adalah warga negara AS.

Ketua KPU NTT Thomas Dohu mengatakan: “Dia warga negara Indonesia bagian Timur (WNI) berdasarkan dokumen kependudukan karena kita berdasarkan dokumen kependudukan yang diserahkan.”

KPU NTT juga telah mengonfirmasi penerbitan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) Orient dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kupang. Kantor Dukcapil setempat memastikan bahwa Orient terdaftar sebagai penduduk Kupang di Alak Nunbaun RT03 / RW 01.

2.Bawaslu sempat minta agar Orient Riwu tak dilantik jadi Bupati Sabu Raijua

Bupati tersaring Sabu Raijua, NTT, Orient P Riwu Kore, ialah masyarakat negeri Amerika Sindikat bersumber pada pesan dari Departemen Luar Negara. Bawaslu RI mengusulkan supaya Mendagri Tito Karnavian tidak mewisuda Orient Riwu K0re selaku bupati tersaring.

“Bawaslu meminta Mendagri untuk tidak melantik Orient sebagai Bupati Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),” tutur Komisioner Bawaslu RI Ratna Bidadari Pettalolo dalam keterangannya, Senin( 15 atau 2 atau 2021).

Ratna mengatakan Bawaslu telah mengirim surat ke Mendagri Tito Karnavian, yang menyatakan Orient Patriot Riwu Kore tak memenuhi syarat sebagai calon Bupati Kabupaten Sabu Raijua lantaran masih tercatat sebagai warga negara Amerika Serikat (AS).

” Dengan cara hukum, Orient tidak penuhi ketentuan jadi calon bupati sehabis ditemuinya status kebangsaan dobel terlapor( Orient) dari susunan hasil pengawasan Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua,” ucapnya. n berkewarganegaraan dobel,” tuturnya menerangkan.

Ratner mengatakan, meski sudah ada pengangkatan berdasarkan keputusan pasangan calon (paslon) KPU Kabupaten Shabu Raijua 25 / HK.03.1-KPT / 5320 / KPU-KAB / I / 2021 23 Januari 2021 Hari ini, baru disahkan. Fakta kewarganegaraan telah membuat persyaratan pencalonan Orient tidak lagi terpenuhi.

Hal tersebut sejalan dengan Pasal 7 ayat (1) UU Pemilu dan Pasal 9 ayat (1) Peraturan KPU Tahun 2020, karena syarat dasarnya harus warga negara Indonesia (WNI).

Dikenal, Orient sendiri tadinya sudah diresmikan selaku pendamping calon Bupati Kabupaten Sabu Raijua berduaan dengan Thobias Uly yang diusung Partai Demokrat serta PDI Peperangan serta sudah memperoleh suara paling banyak sebesar 48, 3%.

Akan tetapi, fakta hukum yang bersumber pada surat Kementerian Luar Negeri nomor 02992/PK/02/2021/64/10 tanggal 10 Februari 2021 dan surat Kedutaan Besar AS Nomor 00709 tanggal 10 Februari 2021 menyatakan bahwa benar Orient adalah warga negara AS, Bawaslu memohon Mendagi tidak mewisuda Orient dengan wewenang inaugurasi kepala wilayah ialah ranah administrasi rezim.

Dikala ini ketetapan penentuan pendamping calon tersaring penentuan Bupati serta delegasi Bupati Kabupaten Sabu Raijua tahun 2020 sudah di informasikan pada Pimpinan DPRD Kabupaten Sabu Raijua yang sudah diteruskan pada Mendagri lewat Gubernur NTT buat mendapatkan pengesahan penaikan dengan Ketetapan Mendagri yang sampai saat ini belum dilaksanakan. Oleh karenanya Bawaslu memohon supaya Orient tidak dilantik selaku Bupati Sabu Raijua tersaring.

Dia berkata: “Oleh karena itu, Bavaslu meminta Menteri Dalam Negeri untuk tidak menyetujui dan menunjuk Orente sebagai Bupati Sab Lejois melalui keputusan Menteri Dalam Negeri tentang hasil fakta hukum kewarganegaraan ganda.” .

Dalam analisis Bawaslu, sesuai huruf a, b, h atau i Nomor 12 Tahun 2006 Undang-Undang Nomor 12 (Tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia) dan Pasal 31 ayat (1) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. , 2 Februari 2007, Jika seorang Warga Negara Indonesia memperoleh kewarganegaraan lain, yang bersangkutan secara otomatis (otomatis) kehilangan kewarganegaraannya, sehingga statusnya sebagai Warga Negara Indonesia tidak berlaku lagi.

Sebelumnya, Shabu Raijua, Oriental P Riwu Angcore, bupati terpilih sempat menyinggung soal ini. The East dengan tegas menyebut dirinya sebagai warga negara Indonesia.

“Ada yang sudah mengurus proses ini. Saya minta maaf. Saya baru merencanakan calon Sabu Raijua karena hanya disahkan oleh orang tua saya. Menurut saya, saya (bukan warga negara AS) warga negara Indonesia,” Orient P Riwu Kore berkata pada saat itu. Pada Jumat (5/2), Polda NTT di Kupon NTT mempertanyakan identitas warga Amerika.

Orient P Riwu Kore menegaskan, alasan mengikuti lomba pilkada hanya untuk mengembangkan daerah. Orient International meminta maaf atas berita tentang kewarganegaraannya, yang menarik perhatian dan energi dari berbagai kalangan termasuk banyak institusi nasional. Seperti yang dilansir sindonews.com

Orient P Riwu Kore berkata: “Saya lahir di Kota Kupang dan pergi ke Kupang dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Akhirnya saya menyelesaikan studi sarjana saya di Universitas Nusa Sindana.”

 Baca Juga : Bupati Semarang Terpilih Dipanggil KPK Terkait Suap Bansos COVID-19

3. Bupati terpilih Sabu Raijua klaim dirinya 100 persen WNI

Bupati Sabu Raijua terpilih Orient Patriot Riwu Kore menegaskan bahwa dirinya 100 persen warga negara Indonesia (WNI). Perihal ini beliau nyatakan berakhir marak dibahas kalau beliau sepanjang ini berkewarganegaraan Amerika Sindikat.

“ Aku berkewarganegaraan Indonesia,” tuturnya berakhir menemui Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Angket. Lotharia Latif di Kediaman Polda NTT, Gelinggang

Dongfang mengatakan, terkait kasus kewarganegaraan, ada yang menangani kasus tersebut. Bahkan sekarang ini masih dalam proses.

“Mohon maaf untuk kewarganegaraan sebelumnya, seseorang telah mengurusnya. Dia menegaskan bahwa saya bukan warga negara lain, saya juga tidak memiliki kewarganegaraan ganda.

Bersamaan dengan itu, Kapolres NTT, Pol. Lotharia Latif menuturkan, pertemuan tersebut tidak hanya dilakukan dengan Orient, tetapi juga dengan KPU Provinsi NTT dan KPU Kabupaten Sabu Raijua.

“Kami tidak akan membicarakan kewarganegaraan lebih jauh. Kami hanya akan membahas keamanan dan ketertiban di Sabraira,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua menerima konfirmasi dari Kedutaan Besar (Kedubes) AS bahwa Orient Riwu Kore masih berstatus warga negara Amerika Serikat (AS).

“Pihak Kedubes AS di Jakarta sudah memberikan konfirmasi dan membenarkan bahwa yang bersangkutan masih berkewarganegaraan AS,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua Yugi Tagi Huma.

Yugi berkata kalau grupnya telah mengirimkan pesan ke Imigrasi di Gelinggang serta pusat buat mencari ketahui pertanyaan asumsi Calon Bupati Sabu Raijua tersaring sedang berkewarganegaraan AS.

Penjelasan Orient

Diterpa isu warga negara Amerika Serikat, Bupati Sabu Raijua terpilih Orient Patriot Riwu Kore menegaskan, dirinya 100 persen warga negara Indonesia (WNI).

Sesungguhnya tujuan ia ambil bagian dalam penamaan kepala wilayah di Sabu Raijua sebab tepercaya dari ibu dan bapaknya.

Terpaut dengan permasalahan kewarganegaraannya itu, tutur ia, telah terdapat yang mengurus, apalagi dikala ini lagi dalam cara.

” Memohon maaf tadinya terpaut kebangsaan telah terdapat yang mengurus. Aku bukan masyarakat negeri lain ataupun bukan berkewarganegaraan dobel,” tuturnya menerangkan.

Bersamaan dengan itu, Shabu Raijua terpilih sebagai bupati, Oriental P Riwu Angcore, dan berbicara tentang kewarganegaraannya. Ia menegaskan statusnya sebagai warga negara Indonesia.

Menurut laporan Kantor Berita Antara pada 5 Februari, setelah bertemu dengan Kapolsek Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Inspektur Jenderal (Pol) Lotharia Latif, Dongfangwang mengatakan: “Saya Warga Negara Indonesia.” 2021.

Kombes (Pol) Rishian Krisna Budhiaswanto, Kepala Humas Polda NTT, mengatakan Kapolda tidak memanggil orang Timur. Dia menyebut ini pertemuan rutin untuk mengklarifikasi beberapa hal.

Di sisi lain, Orient mengatakan ikut dalam pemilihan bupati di Sabu Raijua karena mengikuti amanah orang tuanya. Sementara, terkait dengan status kewarganegaraannya, Orient mengatakan sudah ada pihak tertentu yang mengurus. Bahkan, saat ini sedang dalam proses. “Aku bukan masyarakat negeri luar ataupun berkewarganegaraan dobel,” tuturnya lagi.

Pernyataan Orient bertolak belakang dengan penjelasan yang disampaikan oleh Dirjen Kemendagri, Zudan Arif Fakhrulloh. Lewat penjelasan tercatat, Zudan mengambil kembali statment Orient yang membenarkan beliau luang menggenggam paspor Amerika Sindikat.

“Saya berhasil menelepon Pak Orient Riwukore pada 3 Februari 2021. Diperoleh informasi bahwa benar yang bersangkutan pernah memiliki paspor negara AS,” kata Zudan.

Pada hari ini, hanya lima walikota terpilih yang ditunjuk oleh Kementerian Dalam Negeri adalah Juandi David-Eusabius Binsasi (Kabupaten Kaisar Cincin Utara), Khristofel Praing David Merlot Wadu (Kabupaten Sumba Timur), Herybertus Nabit-Heribertus Ngabut (Bupati Manggarai) , Andreas Paru-Raymondus Bena (Bupati Ngada) dan Edistasius Endi-Yulianus (Bupati Manggarai).

Terpaut dengan permasalahan kewarganegaraannya itu, tutur ia, telah terdapat yang mengurus, apalagi dikala ini telah lagi cara.

” Berharap maaf sebelumnya terkait kebangsaan sudah ada yang mengurus. Aku kelihatannya bukan masyarakat negeri lain ataupun bukan berkewarganegaraan 2 kali,” tuturnya menerangkan.

Sedangkan itu, Kepala polda NTT Irjen Angket. Lotharia Latif berkata kalau pertemuan itu tidak cuma dengan Orient Chauvinis Riwu Korea, namun pula mengaitkan KPU Provinsi NTT serta KPU Kabupaten Sabu Raijua.

” Kita tidak berdialog lebih jauh pertanyaan kebangsaan. Kita cuma mangulas keamanan serta kedisiplinan di Sabu Raijua,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua menerima konfirmasi dari Kedutaan Besar (Kedubes) AS bahwa Orient Riwu Kore masih berstatus warga negara Amerika Serikat (AS).

“Pihak Kedubes AS di Jakarta sudah memberikan konfirmasi dan membenarkan bahwa yang bersangkutan masih berkewarganegaraan AS,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua Yugi Tagi Huma.

Yugi berkata kalau grupnya telah mengirimkan pesan ke Imigrasi di Gelinggang serta pusat buat mencari ketahui pertanyaan asumsi calon Bupati Sabu Raijua tersaring sedang berkewarganegaraan AS.