Situs Agen Slot Online Terbaik dan Terpercaya - Speedbet77
SPEEDBET77

BONUS HARI INI

BONUS 5% Setiap deposit Sportsbook

BONUS 3% Setiap deposit Casino

BONUS 10% UNTUK GAME BOLA TANGKAS

BONUS CASHBACK 5% Sportsbook

BONUS CASHBACK 3% CASINO SBOBET

PROMO BONUS 5% Setiap Deposit

PROMO BONUS REFERRAL SEUMUR HIDUP

BONUS Mingguan POKER ONLINE

SBY Terjun Langsung Tangani Isu Kudeta

SBY Terjun Langsung Tangani Isu Kudeta – Pimpinan Badan Besar Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono( SBY) membeberkan skrip terburuk bila aksi pengambilalihan kewenangan ataupun kudeta Demokrat terjalin berterus terang.

SBY Terjun Langsung Tangani Isu Kudeta

Sumber : ajnn.net

imo2015 – Beliau mengatakan, ada 2 bisa jadi yang terangkai. Dini KLB dipaksakan serta ke 2 hasil KLB yang akan membuat partainya terdegradasi dari pemilu.

SBY berkata dalam siaran film pada Rabu, 24 Februari 2021 buat kandidat dari pusat sampai agen:” Jika itu terjalin, balasan aku amat nyata serta jelas. Ini kelewatan.”

SBY mengatakan, terkait kemungkinan pertama, KLB bisa saja dipaksakan meski tidak sesuai dengan aturan partai hukum. Kemudian, Kementerian Hukum dan HAM menyetujui pengelolaan KLB palsu tersebut.

Kedua, Partai Demokrat didiskualifikasi dalam pemilihan umum. Pasalnya, Partai Demokrat dicap memiliki rangkap atau kepengurusan, sehingga tidak memenuhi syarat persaingan.

SBY meraung: “Ini disebut menginjak-injak rasa keadilan dan merendahkan nilai demokrasi.”

 Baca Juga : Jokowi Resmikan Bendungan Napun Gete di NTT dan Kunjungi Lumbung Pangan ke Sumba Tengah 

Wanti SBY Terjun Langsung Tangani Isu Kudeta

Statment SBY ini ditayangkan menyusul bentrokan Partai Demokrat terpaut aksi pengambilalihan kewenangan ataupun kudeta yang diprediksi oleh Moeldoko kepada Pimpinan Biasa Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono( AHY).

SBY juga mewanti, pada para buat tidak mensupport GPK PD. Karena, tidak hanya mau menjatuhkan kepemimpinan partai yang legal sebab perihal itu bisa mebuat hitam Partai Demokrat.

“Gerakan dan permufakatan jahat untuk merusak Partai Demokrat, kalau gerakan ini berhasil, partai kita bisa mengalami kegelapan,” SBY menandasi.

Yakin Langkah Moeldoko Ingin Kuasai Demokrat Tidak Diketahui Jokowi

Pimpinan Badan Besar Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono( SBY) beriktikad, Kepala negara Jokowi tidak tertarik ambisi Kepala Karyawan Kepresidenan Moeldoko dikala berarti mendongkel bangku kepemimpinan Partai Demokrat yang diketuai Agus Harimurti Yudhoyono( AHY).

” Aku percaya apa yang dicoba Moeldoko diluar wawasan kepala negara. Aku percaya kepala negara Jokowi mempunyai integritas yang jauh berlainan dengan pembantu dekatnya itu,” jelas SBY dari rekaman film yang disiarkannya buat para kandidat tingkatan pusat sampai cabang, Rabu 24 Februari 2021.

Penilaian SBY terhadap Demokrat menemukan bahwa perbuatan Moeldoko sangat mengganggu dan tidak kondusif bagi reputasi baiknya sebagai mantan Panglima TNI dan pangkat bintang empat.

Selain itu, saat Moeldoko juga menuliskan nama beberapa menteri senior negara dan menteri menteri.

“Apa yang dilakukan Moeldoko sangat merugikan reputasinya. Saya juga yakin dia yang menulis nama Profesor Mahfud, Pak Menkumham Yasonna, Kapolri Jenderal Listyo Sigit, dan penanggung jawab BIN., dan Jenderal Budi Gunawan disebutkan namanya. ”jelas SBY.

Nama Dicatut

SBY yakin, mereka yang dengan cara sepihak dicatut namanya merupakan banyak orang berintegritas serta tidak mengenali terpaut ambisi Moeldoko dalam rencananya buat GPK PD.

“Partai demokrat percaya para pejabat tersebut memiliki integritas dan tidak tahu menahu dan tidak masuk di akal bila ingin mengganggu Partai Demokrat,” SBY menandasi.

SBY akan turun Gunung adanya Bentuk Tanggung Jawab Akan Demokrat

Pimpinan Badan Besar Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono( SBY) berkata butuh turun gunung buat mengalami Aksi Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat( GPK- PD).

Menurutnya ini bentuk tanggung jawab akan partai berlambang  ini.

Spey berkata dalam siaran film dari Kamera pengaman pada kandidat:“ Kali ini mengalami GKP- PD selaku pimpinan badan tingkatan besar partai, aku wajib turun gunung dengan rasa tanggung jawab serta cinta pada Partai Demokrat.” Jenjang, 2021 2 Rabu, 24.

Ia mengaku tak pernah ikut urusan Partai Demokrat. Namun, GPK-PD memaksanya bertarung kembali.

Spey berkata: “Meskipun saya tidak aktif berpartisipasi dalam kegiatan sehari-hari partai sejak Kongres Demokratik 2020, meskipun waktu saya telah berlalu, saya masih harus melawan semua orang.”

Ia juga mengingatkan kepada seluruh kader agar tidak mendukung GPK-PD. Menurutnya, jika kampanye berhasil, akan menjerumuskan partai ke dalam kegelapan.

Sby berkata: “Jika kampanye ini berhasil, partai kita mungkin akan jatuh ke dalam kegelapan.”

SBY mengatakan, GPK-PD meski sudah diungkapkan ke publik tak membuat gerakan ini berhenti.

” Aku sudah memperoleh informasi sah dari arahan partai, serta pula memperoleh data dari wilayah, kalau sedikit kandidat serta mantan kandidat pelakon GPK PD itu sedang beranjak di alun- alun, mengendap- endap, kucing- kucingan,” tutur ia.

Dia menuturkan, gerakan tersebut ini masih ada dan yang disasar bukan lagi para Ketua DPD ataupun Ketua DPC. Tetapi, siapapun yang mau diiming-imingi sejumlah imbalan dan janji-janji menggiurkan.

“Sangat mungkin para pelaku gerakan itu menghasut dan mengadu domba antara pimpinan DPP Partai Demokrat dengan para Ketua DPD dan Ketua DPC dengan memainkan isu bahwa dalam Musda dan Muscab mendatang mereka akan diganti, sesuatu yang tidak benar adanya,” kata SBY.

 Baca Juga : Publikasikan Roadmap Pengembangan Industri Perbankan Tahun 2020-2025 yang Merupakan Empat Prioritas Utama OJK

Reaksi SBY Berlebihan

Mantan Delegasi Pimpinan Komisi Pengawas Partai Demokrat, Darmizal berkata, timbulnya Pimpinan Badan Besar Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono( SBY) menjawab rumor kudeta partainya sangat kelewatan serta reaktif .

” Kita seluruh bingung dengan tindakan reaktif Pak SBY. Respon orang besar yang sangat kelewatan serta harap maaf, dia rasanya kira- kira lebay,” tutur Darmizal pada reporter

Dia mempertanyakan apakah narasi SBY menyamakan gerakan KLB dengan upaya paksa menggantikan Ketua Umum Partai Demokrat.

“Baru-baru ini, kami mendengar suara yang membandingkan narasi KLB dengan kudeta. Tapi kami yakin publik tidak bisa dibodohi oleh keadaan Partai Demokrat saat ini. Partai Demokrat tidak tertarik sekarang. Pusat kepemimpinan Partai Demokrat adalah stagnan dan kehilangan reputasinya. “Damizal Say.

Ia menyebut tuduhan SBY bahwa kudeta ini akan menggantikan DPRD dan DPRD. Damizal membantahnya. Ia mengatakan, jika KLB berhasil, tidak akan menggantikan legislator dan pengurus. Hanya ketua yang dianggap bermasalah yang bisa diganti.

“Kok jadi panik gini, pak SBY? Yang bermasalah itu di pucuk kepemimpinan, sedangkan kader dan pengurus di daerah justru adalah korban. KLB tidak akan menggusur orang-orang benar, orang-orang baik, pencinta sejati Partai Demokrat,” tegas Darmizal.

” Partai Demokrat wajib diurus oleh atasan yang bukan karbitan, bukan modal bangsa. Kita mau Partai Demokrat kembali selaku partai modern, partai terbuka, partai bersih, pintar, adab serta dicintai orang,” lanjut ia.

Darmizal memandang dengan turunnya SBY membagikan tanda kalau kepemimpinan AHY lemas. Beliau juga mempersoalkan siapa yang sebetulnya mengetuai Demokrat.

“Sebenarnya siapa Ketua Partai Demokrat itu? Ini pertanda AHY sangat lemah dan tidak memiliki posisi kepemimpinan, jadi bapaknya harus bertanggung jawab. Katanya, turun langsung gunung untuk menghadapi perlawanan rakyat. Partai Demokrat. Para kader dan staf administrasi cabang? ”Kata Damizal.

Pernyataan SBY

Pimpinan Badan Besar Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono( SBY) berkata, dirinya tidak hendak gentar kepada siapapun yang mengganggu independensi partainya.

Dirinya sedia mengalami pihak- pihak yang menganggu partai berlambang bintang mercy itu.

” Sepanjang hidup dikandung tubuh, aku kan senantiasa jadi baluarti bhayangkara partai ini, mengalami siapapun yang hendak mengganggu mengganggu serta meregang parati ini, ini ikrar aku,” jelas SBY dari rekaman yang disiarkannya buat para kandidat tingkatan pusat sampai cabang, Rabu 24 Februari 2021.

Saat itu, ia mengingatkan agar kader jangan berkecil hati karena tidak berada di pemerintahan. Ia yakin Partai Demokrat akan menang lagi.

Spey berkata: “Saya harap tidak ada yang berkecil hati. Sejarah negara mana pun menunjukkan bahwa tidak seorang pun, termasuk negara kami, yang terus menjadi partai Lulu.”

Dia juga mengingatkan seluruh pejabat untuk tidak mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan Demokrat. Menurutnya, jika kampanye berhasil, akan menjerumuskan partai ke dalam kegelapan.

Spey berkata: “Jika kampanye ini berhasil, partai kita mungkin akan jatuh ke dalam kegelapan.”

Tak Ada SBY, Tak Ada Demokrat soal Kudeta Para Elite

Kepala bdn Komunikasi Penting( Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra , mengatakan Susilo Bambang Yudhoyono( SBY) merupakan alibi pembuatan partai berlambang Mercy itu, serta bukan figur lain.

Perihal itu di informasikan merespons tahap beberapa mantan golongan atas Partai Demokrat yang sedang berbentuk mengadakan Kongres Luar Lazim( KLB) buat melengserkan Agus Harimurti Yudhoyono( AHY) dari bangku Pimpinan Biasa

Max Sopacua, salah satu mantan elit Demokrat, ingin mempromosikan Royal Dutch Bank. Meski begitu, dia membantah ingin meledakkan Partai Demokrat karena ingin mundur dari Partai Emas pada pertengahan Februari 2021.

Hezaki juga menjawab kemauan beberapa mantan elit Demokrat buat mengadakan KLB, dengan berkata kalau Demokrat merupakan partai politik( partai) yang dibangun buat mendesak Susilo Bambang Yudhoyono( SBY) jadi Kepala negara Republik Indonesia.

Ia menegaskan, jika SBY tidak ada, Demokrat tidak akan pernah ada.

“Partai Demokrat adalah partai yang berkarakter. Dalam dinamika politik nasional yang direformasi, Partai Demokrat didirikan untuk mendorong SBY menjadi presiden. Dengan kata lain, SBY adalah alasan berdirinya Partai Demokrat. Tanpa SBY. Indonesia tidak akan bisa. punya Partai Demokrat, ”kata Ji (23/2) kepada wartawan.

Baginya, mantan elite yang merasa bahwa Partai Demokrat besar karena mereka tengah menderita “cacat pikiran dan memandang sejarah secara anakronistik”.

Hezaki juga mengingatkan, mantan elite Demokrat yang melawan SBY telah memperoleh bagiannya masing-masing, mulai dari perolehan kursi menteri hingga menjadi anggota legislatif.

Elektabilitas

Tidak hanya itu, beliau menegaskan elektabilitas Partai Demokrat di Pemilu 2014 dapat saja turun ke 3 persen apabila tidak dipandu oleh SBY. Karena, beberapa golongan atas Demokrat melaksanakan kekeliruan saat sebelum penajaan Pemilu 2014 yang menyebabkan elektabilitas partai roboh.

“Adalah figur SBY yang mampu menyelamatkan partai,” katanya.

“Kala itu SBY turun tangan, dan Demokrat mampu mendapat 10 persen.  tetapi tidak sangat terjal. Turun, tetapi beberapa sebab aspek SBY yang tidak bisa kembali dicalonkan jadi kepala negara buat ketiga kali,” ucap Herzaky.

Tadinya, pengamat politik Charta Politica Yunarto Keagungan berkata, Partai Demokrat merupakan golongan pendukung SBY, ialah pendukung SBY, sebab pandangan kepala negara keenam Indonesia yang kokoh.

Dia tweet pada tahun 2013: “The White Sultan lebih parah daripada’Sby Fans Club ‘:’ CV Cikeas ‘.”

Tetapi, ia berspekulasi seluruh partai sudah menjelma jadi klub penggemar, semacam Partai Gerindra, Partai Prabowo Subianto, serta PDIP yang dijabat oleh Megawati Soekarnoputri.

Seperti kita ketahui bersama, banyak politisi Demokrat yang terlibat kasus korupsi pada masa pemerintahannya. Misalnya partai demokrasi Angelina Sandah, almarhum Sultan Bartojanana, Bundu Nazaruddin, anggota DPP Mumbola Andy Malarengan dari Partai Progresif Demokrat Kitum · Anas Urbaningrum (Kerum Anas Urbaningrum), hingga Menteri Pariwisata Jero Wacik (Jero Wacik).

Dikala ini, Herzaky berkata Partai Demokrat mulai naik daun di dasar kepemimpinan AHY. Beliau juga menyindir kemauan beberapa mantan golongan atas Partai Demokrat mengudeta AHY itu sebab memperoleh sokongan dari orang bundaran Kastel Kepala negara. Seperti yang dilansri kompas.com

“Orang-orang ini adalah petualang politik yang sangat sedikit di masa lalu dan mantan kader. Bahkan jika mereka mendapat dukungan dari orang-orang di sekitar pengadilan, mereka masih ingin mengadakan acara khusus. Di mana mereka memiliki hak untuk memilih? Mungkin mereka hanya ingin untuk bersatu kembali dan mengingat masa lalu Bernyanyi sambil bernyanyi. “

Dulu, beberapa kader dan mantan kader Partai Demokrat dan pejabat Keraton disebut ikut serta dalam upaya kudeta pimpinan AHY melalui kongres khusus. Misalnya, Jhoni Allen Marbun dari Max Sopacua menjabat sebagai Kepala Staf Presiden Moeldoko.

Moldoeko sendiri membantah telah melakukan kudeta, meski mengaku telah beberapa kali bertemu dengan kader Demokrat. Jika ada yang menjemputnya dalam pemilihan presiden 2024, dia tidak akan menolak.

Mantan anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua, yang jadi salah satu kader yang dituding terlibat, juga membantah ada isu kudeta itu.

“Memang sudah terjadi kudeta ya? Kudeta ini terjadi di Myanmar, bukan di sini, di Demokrat. Orang bego saja yang bilang itu kudeta,” cetusnya, Selasa (2/2).

Mantan Wakil Ketua Komisi Pengawas Demokrat Sebut SBY Lebay

Mantan Delegasi Pimpinan Komisi Pengawas Partai Demokrat, Darmizal, berterus terang bingung dengan tindakan reaktif Pimpinan Badan Besar Susilo Bambang Yudhoyono( SBY). Beliau mengatakan SBY berlagak kelewatan serta lebay menjawab berita kudeta pimpinan biasa Demokrat yang kelihatannya bukan isapan jempol belaka.

Bagi ia, kedatangan SBY dengan peryataan yang reaktif serta terkesan marah menunjukkan Partai Demokrat terletak dalam situasi tidak bagus.

” Kita seluruh bingung dengan tindakan reaktif Pak SBY. Respon orang besar yang sangat kelewatan serta harap maaf, dia rasanya kira- kira lebay gitulah,” tutur Darmizal dikala dibuhungi Rabu( 23 atau 2 atau 2021) malam.

Politisi senior ini mempertanyakan sikap SBY dan AHY yang seakan membuat kegelisahan para kader mulai dari level paling bawah. Ia menjelaskan, saat ini Partai Demokrat tidak grogi. Pusat kepemimpinan Partai Demokrat relatif lamban, tanpa PDIP, Gerindra, Golkar, dan Nasdem yang memiliki reputasi tinggi.

“Pimpinan AHY hanya sibuk menebar pesona, tapi masyarakat mengabaikannya. Ini membahayakan nasib PD 2024. Mohon dimaklumi. PakSBY menjalin aliansi dengan rakyat, namun hasil survei dan fakta membuktikan bahwa masyarakat menghindar. orang-orang, “katanya.

Ia meningkatkan, kekeliruan parah Partai Demokrat terdapat pada kepemimpinan Pimpinan biasa AHY. Sebab itu, tutur ia, yang wajib ditukar merupakan AHY, bukan aparatur yang lain yang terdapat di dalam Partai Demokrat.

“Janganlah Pak SBY bernarasi begitu ke mana-mana, menakut-nakuti yang sudah hilang urat sabarnya,” ujarnya.

Tuduhan SBY itu hampa. Malah saya mohon maaf bahkan orang-orang seperti Sekjen Rifky tidak akan terjerumus ke PAW atau di usir, apalagi tidak ada kader dan bupati yang merepotkan. Bahkan, Rifky dan Kalo Ketum saat ini diganti, pengurus dan kadernya makin heboh.

Ia mengatakan Partai Demokrat tidak sendiri, apalagi sebuah dinasti. Karenanya, jika SBY terpuruk di sana-sini, akan mengejutkan publik dan menimbulkan pertanyaan tentang siapa sebenarnya ketua umum Partai Demokrat.

” KLB ini aksi alami kerakyatan, amat segar, serta baik buat titik balik menjemput era depan brilian di dasar kepemimpinan terkini yang matang, ahli, profesional jauh berbakti NKRI,” tuturnya.